FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME PENJUALAN BATUBARA DI WILAYAH LAMPUNG PADA PT TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk UNIT PELABUHAN TARAHAN
BANDAR LAMPUNG
Oleh
Zainul Fatah
Penjualan batubara di Propinsi Lampung memiliki prospek yang baik, mengingat harga batubara relatif lebih murah dibandingkan dengan harga minyak solar untuk industri.
Masalah yang dihadapi oleh PT BA adalah volume penjualan yang secara prosentase maupun absolute, secara rata-rata mengalami kenaikan sebesar 5, 93 % setiap bulan sejak Januari 2006 sampai dengan Maret 2007. Dilain pihak harga jual rata-rata batubara jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga jual rata-rata minyak solar untuk industri, dan biaya promosi yang dilakukan PT BA relative besar kenaikannya dibandingkan degan kenaikan volume penjualan Batubara. Berdasarkan masalah tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan di dalam penelitian ini, yaitu: Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi penjualan Batubara di wilayah Lampung pada PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Pelabuhan Tarahan Bandar Lampung?
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan batubara di wilayah Lampung oleh PTBA dan untuk mengetahui factor yang dominant mempengaruhi penjualan tersebut.
Hipotesis yang dirumuskan adalah Penjualan Batubara di wilayah Lampung oleh PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk Unit Pelabuhan Tarahan dipengaruhi secara positif oleh harga jual Batubara dari perusahaan dan oleh harga jual Minyak Solar Industri serta biaya promosi.
Model analisis digunakan dengan statistic regresi berganda, yang diperoleh hasil secara bersama-sama dan parsial, bahwasanya volume penjualan batubara dipengaruhi oleh harga jual Batubara dan harga jual Minyak Solar indutri serta biaya promosi. Sumbangan seluruh variable bebas terhadap Penjualan Batubara PTBA sebesar nilai Koefisien Determinasi (R²) 99, 00 %. Sedangkan secara parsial, sumbangan masing-masing variable bebas terhadap volume penjualan adalah: Harga Jual Batubara sebesar 0, 89 %, harga Minyak Solar Idustri 0, 15 % dan biaya promosi sebesar 0, 425 %.
Memperhatikan hasil analisa statistik tersebut, maka diharapkan perusahaan tidak menaikkan harga jualnya pada kondisi harga minyak solar industri tetap, dan perusahaan hendaknya mempertimbangkan kembali kegiatan promosi yang selama ini dilakukan.
Info Lebih Lanjut: http://digilib.unila.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar